BARALEK
|
A |
pa sihBaralek?Baralekadalah istilah dalam bahasa Minang yang berarti pergi ke undangan/pesta, pestadisini bisa pernikahan seseorang, perayaan khatam qur’an, dan lain-lain. Pada bulan April 2009, staf stasiun GAW mendapat beberapa undangan Baralek,di antaranya adalah Baralek ke tempat Budi Samiaji (Sabtu 11 April 2009) danBaralek ke tempat Yasri Anwar (Sabtu, 20 April 2009).
Baralek Ke Budi Samiaji dan berwisata ke Lembah Anai
Siapa Budi Samiaji itu? Budi Samiaji adalah Salah satu staf BMKG Stasiun MeterologiTabing.
abtu11 April 2009, Pagi itu kami staf GAW mendapat undangan Baralek ke stafMeteorologi Tabing, saat itu Stasiun GAW ‘diwakili’ oleh generasi muda, Albert,saya (agus), Buset, Aulia, Firda, dan dengan mobil GAW dikendarai oleh PakAmgindo (panggilannya Pak Am). Mas Asep tidak mau mengendarai mobil karenamerasa kurang kenal dengan Budi Samiaji tersebut, Mas Edison-Mas Budi Satriadinas ke atas, Istri Mas Darmadi sakit, Mas Sugeng titip karena berada di Batusangkar, sedang Yosfi juga titip karena kakeknya di Padang Panjang beberapahari yang lalu meninggal dunia di rumah sakit sehingga GAW diwakili olehgenerasi muda.
Saatwaktu menunjukkan pukul 09.00 WIB ternyata Pak Am, belum datang ke Pasadama,dia menelpon kalo ternyata ada rasia polisi di dekat parau, akhirnya Auliadengan motor Megapro Kantor menjemput Pak Am. Singkat kata saat pukul 10.30WIB, kami berangkat berenam. Saya didepan disamping PAk Am, dibelakang adaFirda, Aulia, Albert dan Buset. Sekitar pukul 11.00 WIB kami mampir dulu diNiagara, Aulia ke Bank Mandiri untuk mengambil uang, sementara itu saya,Albert, Firda membeli amunisi (makanan dan minuman kecil). Setelah selesaibelanjanya, di mobil saya bertukar tempat dengan Albert dan Buset, karena Busetmerasa kasihan dengan Firda yang tergencet di tengah. Saya, Aulia dan Firda dimobil tengah, sementara di dekat sopir (PAk Am) Buset dan Albert. Setelah itumobil berhenti sejenak untuk mengisi solar, dana yang tersedia untuk mobil daribendahara Rp150.000,-. Belum beberapa lama perjalanan saat sampai di PAdangLuar, ternyata macet, indikator temperatur di mobil mencapai 36 derajatcelcius.
Ketikamencapai Rumah Makan di sekitar Sicincin, saat itu pukul 12.30 kami mampir duluuntuk mencicipi es kelapa muda, kami pesan enam gelas dulu, setelah itu PAk Amdilanjutkan saya ke belakang dulu.



Saatmenunggu di RM makan ternyata Pemilik Rumah Makan, Ibu Muda yang gemuk ternyataorang Jawa Timur yang telah agak lama menetap di Minang, sementara itu ada bapak-bapaksetengah baya yang memberitahu saya dengan bahasa Minang bahwa kamar mandi dibelakang agak retak-retak karena gempa. Melihat desain gasebo Rumah makan itucukup unik karena ada di masing-masing gasebo sudah disediakan satu galon akuayang disisi sampingnya ada kran dan beberapa gelas, sehingga tak disediakan airputih dalam teko. Saat itu kami masing-masing tidak langsung bayar, tetapinanti diakumulasi pada saat pulang ke Pasadama. Mobil meninggalkan rumah makanpada pukul 13.06.
Kamitidak langsung datang ke Baralek tapi mampir dulu ke Rumah Pak Ijal, sampaiditempat Pak Herizal pukul 14.30, disitu kami semua tidak tahu lokasi tepatnyatempat baralek. Sampai di rumah PAk Ijal ternyata Pohon Jambunya sedang berbuahwalaupun belum matang, saya Aulia dan Buset mengambil buah jambu tersebut, dandi rumah ada Ibu Ijal, Icha dan PAk Ijal sendiri. Setelah Sholat, Buset, Auliadan Firda, kami minta tolong Pak Ijal untuk mengantar ke tempat Baralek, PAkIjal mengendarai mobil GAW, Pak Am pindah ke Belakang mobil, ternyata Pak Ijalmungkin kelaparan, bukannya mengantar kami langsung ke baralek tapi malah kerumah makan di dekat sungai,



kamimakan dulu dan saya mengambil foto lokasi tersebut. Sampai di rumah makan pukul15.10 WIB, kami makan dulu sekalian Pak Ijal cerita tempat itu lokasi baikkarena sungai itu dari mata air di Solok, airnya dingin dan Pak Ijal dan Ichadulu pernah bermain disungai itu.Biaya makan saat itu Rp147.000,- untuk semua.
Kira-kirapukul 16.00 kami melanjutkan perjalanan ke tempat baralek, Pak Am masih tidurdi bagian belakang mobil, Pak Ijal mengemudi mobil, Buset dan Albert di depan,saya , aulia dan firda di tengah. Sampai di pinggir rel kereta api Tabing adaMarawal (bendera Jerman: Merah, hitam Orange merupakan bendera tanda kalo adabaralek),



kira-kirapukul 16.30 WIB kami masuk ke rumah baralek, Pak Ijal menunggu di mobil karenatadi pagi sudah datang ke baralek dan Pak Am masih tidur di belakang mobil tapisaat itu ternyata orang-orang BMG sesumbar sudah datang ke baralek siangharinya. Sesampai disana kami disuguhi dengan acara panggung musik, Setelahmakan kami bersalaman dengan Budi Samiaji dan Istrinya, setelah itu fotobersama lalu pulangsesumbar telah datang sebelumnya, sehingga kami dapat dikatakantak berjumpa dengan orang BMG. Kami cuma mengambil nasi lauk seadanya karenatadi sudah mampir dulu di rumah makan.
Pukul17.00 WIB, kami pulang baralek,Pak Ijal masih mengemudi di depan, dia berhentididepan jalan dekat brimob dipinggir jalan dekat lubuk buaya, tidak sampai kerumahnya, Pak Am dibangunkan untuk mengendarai mobil. Kami langsung menuju kearah Bukit tinggi. Kira-kira pukul 18.00 WIB, keadaan sudah senja kami mampirdulu ke lembah anai, dengan ongkos masuk anak-anak Rp1000,- dewasa Rp1.500,-.



Kamiberlima masuk saya, Aulia, Firda, Buset dan Albert masuk, sementara Pak Ammenunggu di mobil untuk menjaga mobil katanya. Disitu kami mengambil foto danvideo dari kamera digital saya dan dari HP firda, dari HP Aulia. Lembah Anaiberada di sekitar Padang Pariaman, daerah wisata Air Terjun. Tak beberapa lamaada rombongan lain yang datang ke situ. Setelah keadaan gelap kami langsungturun dan kembali ke mobil, usaha Buset untuk mendapatkan NoHP dari seorangcewek cantik di situ ternyata gagal dan tidak direspon dengan baik.
Setelahkami semua masuk, mobil melanjutkan perjalanan ke Bukittinggi, kira-kira pukul19.20 WIB ternyata Pak Am mungkin lapar, karena sebelumnya Buset menjanjikanuntuk beli minuman yang hangat di Bukittinggi. Mobil diajak berbelok ke SimpangRaya, Firda, Aulia, Buset mampir dulu ke untuk sholat, kami pesen minuman dulu,saya jeruk hangat, Aulia, Firda dan Albert minta teh hangat, Buset dan Pak Amminta Picadu Cup dan pak Am pesen makan malam sendiri. Semua di bayar olehBuset dulu.
Karenamobil kemarin baru saja diservis, Pak minta kesediaan kami bagaimana kalo keBukit Kototabang dulu untuk uji mobil, kami semua diminta persetujuannya dantidak keberatan, maka kami mampir dulu ke Bukit Kototabang, sesampai di KantorGAW Kototabang pukul 20.45,kami bertemu dengan Ibrahim di sana, dia agak kagetkenapa mobil malam-malam ke kantor. Kira-kira 35 menit kami di kantorsetelahitu turun kembali ke Pasadama. Sesampai di rumah dinas Pasadama pukul 22.00WIB, setelah ngobrol sebentar, kami masing-masing diminta sokongan/patunganRp50.000,- untuk semua biaya ke Tabing tersebut.
Baralek Ke Yasri
Senin20 April 2009, ada salah satu staf GAW yang mengadakan pesta pernikahan,sebenarnya akad nikahnya dilaksanakan hari Jumat 17 April 2009.
HariSenin 20 April 2009, kantor pulang cepat karena berencana baralek ke tempatYasri. Setelah pukul 13.30 WIB kami bersama-sama menuju ke rumah Yasri Anwar,lokasinya di Palupuh. Yang mengendarai mobil Mas Asep, di dalamnya P Ijal didepandan ditengah saya (Agus), Mas Sugeng dan Firda. Hampir semua tas dititipkan dibagasi mobil.
· Yangmenggunakan motor
· PIrwin sendirian dengan GL 100
· MDarmadi dengan Buset dengan Megapro merah
· MCarles dan M Edison dengan Megapro hijau
· Yosfidan Albert dengan motor bebek honda Suprafit.
Perjalananditempuh kira-kira 15 menit sampai 30 menit menyusuri jalan rayaBukittinggi-Medan, yang cukup berkelok-kelok, orang-orang minang menyebutkan ,dan di sebelah sisi kanan terdapat janur kuning melengkung menandakan lokasipernikahan
Mobilsampai dilokasi pukul 14.30 WIB, kami harus menunggu sebentar karena masih adatamu lain di rumah yang sedang menikmati hidangan, tak beberapa lama kemudiankami mendapat giliran masuk rumah, menikmati hidangan, foto-foto bersama yasrilalu pulang.
KAmipulang pukul 15.09, yang menggunakan mobil sama ditambah dengan Albert, Yosfidan Buset kelihatan tergesa-gesa karena mereka ada ujian Mid Semester di UMSB.































